perempuan,desa, dan Kearifannya (part 6)

 

Setelah kejadian aneh yang di alami freya, walaupun freya sebenarnya ingin tak menghiraukan tapi dalam pikiran freya terus di hantui rasa ketakutan. Akhirnya freya mengajak agnes bercerita panjang lebar yang akhirnya ingin menceritakan kejadian yang dialami freya ke orang tua mereka tapi ada tidak yakinan apakah mereka akan percaya? Tetapi kalau keterusan takutnya saat balik ke Jakarta freya akan terus di hantui hal-hal aneh ini.

Mereka berdua akhirnya mengadu ke ibu agnes sebab kalau mengadu ke ibu freya pasti banyak tidak percayanya orang tua freya soalnya sduah lama tinggal di kota dan tidak percaya hal-hal mistis seperti itu. Mereka berdua akhirnya mencari ibu agnes yang saat itu ada di dapur ayah ibu freya yang menikmati makanan desa di depan televisi, mereka dua seperti anak aneh perilakunya akhirnya agnespun memberanikan diri untuk memanggil ibunya.

Panggil agnes “ibu, aku mau cerita dengarkan ya? “ ucap lirih agnes.

Jawab ibu agnes “iya, ada apa Nduk?”

Ucap agnes lagi “begini bu, ini tentang freya. Beberapa hari ini dia merasa ada hal aneh. Nanti biar freya yang cerita ya bu?”

Ibu agnes hanya mengangguk.

Merekapun akhirnya duduk di lincak yang ada di dapur, akhirnya freya langsung mengambil alih. Freya bercerita bahwa berawal dari dia melewati Punden dia merasa ada yang mengikuti dia, padahal selama ini dia ada di kota baik-baik saja, dan tidak hanya itu kejadian saat sore hari ikut pak dhe ke sawah.

Ibu agnes pun menaggapi “mungkin itu hanya halusinasimu nduk. Memang punden itu banyak penghuninya tapi selama ini orang desa juga baik-baik saja. Apa mungkin kamu selama ini tidak pernah tahu tempat itu?” tanya ibu agnes.

Jawab freya “iya budhe kan memang selama ini kalau pulang hanya di rumah dan hanya sebentar di desa. tapi entah kenapa saya merassa aneh saja saat melewati pohon itu”. Tegas freya.

Setalah cerita panjang lebar yang akhirnya ibu agnes pun memotong pembicaraan itu, jangan percaya walaupun hal mistis memang ada itu hanya halusinasi semata. Saat itu mereka bertiga akhirnya mengakhiri dan ke ruang depan untuk menonton Televisi.

Sebenarnya freya belum puas atas jawaban ibu agnes, mungkin keadaan sudah malam pikir freya saat itu tidak baik untuk membicarakan hal ini, di sebelahnya agnespun tak bicara apapun dia menikmati melihat televisi seperti tidak terjadi apa-apa.

Freya pun berusaha membuang pikiran negatif yang membayangkan hal-hal aneh yang terjadi belakangan ini pada dirinya, tetapi semua itu percuma sebab semua belum ada jawaban yang memuaskan jadi beban ddalam pikiran. Pikir freya besok agak siangan ingin mengajak agnes jalan-jalan biar tidak ada lagi pikiran yang terjadi saat ini semoga dia berkenan.

Hari pun semakin larut, malam mengundang akhirnya semua bergegas meninggalkan depan televisi untuk pergi kekamar tidur. Tetapi agnes dan freya belum bergegas masih di depan televisi agnes menikmati suasana sinetron tak menghiraukan freya yang masih memikirkan hal-hal aneh.

Pada saat itu juga bapak agnes masih di luar belum pulang, pikir freya semakin malam tidur akan mempercepat pulas tidurnya biar tidak ada gangguan lagi dalam pikirnya, setelah hari semakin larut malam akhirnya agnes dan freya meninggalkan tempat yang dari mereka berdua hanya saling diam.setelah itu yasudah tidak saling menghiraukan yang terpenting saat ini adalah tidur.

Bersambung..........

Komentar

Postingan Populer