Sang Maestro Puisi, Eyang Sapardi Djokodamono.

 


Sapardi joko damono tokoh sastrawan yang terkenal sang maestro puisi. mungkin bagi orang pecinta sastra sangat tidak asing dengan beliau, tetapi beda dengan saya mungkin entah karena memang dulu belum suka di dunia persastraan sebab saya baru tahu beliau saat-saat terakhir beliau di dunia. padahal saya juga termasuk penggemar puisi-puisi beliau dan ternyata pencipta berkata lain saat baru tahu dan beliau di takdirkan oleh pencipta berpulang keabadiannya.

Sang maestro puisi Sapardi Djoko Damono penyair kebanggaan Indonesia ini lahir pada 20 Maret 1940, beliau asli surakarta. Sejak duduk di bangku SMA sudah mulai menggeluti di dunia kepenulisan berarti masih muda ya? Padahal dulu saya masih duduk di bangku SMA masih bingung harus apa dan bagaimana tidak ada dalam pikiran saya untuk menulis. Hehe....

Perjuangan beliau memang sangat panjang dan menghasilkan banyak karya, Eyang sapardi djokodamono memiliki banyak perjalanan masa mudanya mulai awal menulis, pada tahun 1987 beliau memulai musikalisasi puisi, mulai tahun 1973-1980 beliaupun juga mendapat amanat menjadi direktur pelaksana di yayasan penerbitan majalah sastra Indonesia, tahun 1986 mendapatkan anugrah SEA Write award, pada tahun 1995 di kukuhkan sebagai guru besar fakultas sastra di Universitas Indonesia dan masih banyak lagi pengalaman-pengalaman berharga semasa hidupnya.

Eyang sapardi semasa hidupnya tak lekang dengan banyak tulisan, banyak karya, dari menulis cerita fiksi, non fiksi dan karya sastra dan masih banyak lagi. Pendidikan beliau di mulai dari sekolah rakyat di buluwarti solo, smp negeri 2 solo dan SMA juga di solo, setelah itu eyang sapardi melanjutkan ke jenjang kuliah yakni di unoversitas gajah mada jogjakarta jurusan sastra inggris.

Peranan Eyang sapardi di dunia sastra Indonesia sangat mashur sebab beliau mulai menulis sejak berada di bangku SMA sekitar tahun 1960 tahun lalu sekitar 20 tahun padahal kalau orang muda jaman dulu mengenyam pendidikan adalah hal yang sangat sulit dan butuh banyak perjuangan. Karya-karya Eyang Sapardi yang menjelaskan bahwa beliau seorang tokoh sastrawan dan maestro puisi Indonesia adalah seperti beberapa karyanya sebagai berikut sebuah pengantar ringkas (1978), Novel Sastra Indonesia Sebelum Perang (1979),Puisi Indonesia Kemerdekaan: Sebuah Catatan Awal.

Semasa Hidupnya eyang sapardi memang tak pernah lekang dengan karya-karyanya, Eyang sapardi tutup usia dengan meninggalkan banyak-banyak karya yang tak pernah mati. Eyang sapardi tutup usia pada 19 juli 2020 di uisa beliau 81 Tahun. Salah satu karya Puisi Beliau yang saya sukai puisi yang berjudul Aku ingin.

AKU INGIN

(Sapardi Djoko Damono)

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya debu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

 

Komentar

  1. Karya-karya beliau masyaAllah, kereeen kereeeen pisaan

    BalasHapus
  2. MasyaAllah. Benar, Kak. Eyang memang sudah kembali, tapi karya-karyanya tak pernah mati.

    BalasHapus
  3. Tidak akan pernah kehabisan kata untuk mengenang beliau..

    BalasHapus
  4. Masya Allah ga berhenti kagum sama sosok Eyang

    BalasHapus
  5. Aku juga tau Sapardi Djoko Damono sejak ada film Hujan Bulan Juni kak, kemana aja ya aku selama ini? Waktu sekolah taunya Chairil Anwar sama WS Rendra wkk

    BalasHapus
  6. Paling kena itu memang bait, "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana"
    Tak lekang sama waktu kalimat romantisnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer