Jalan Cinta, Duka dan Kecewa.


Tentang Perjalanan menapaki satu demi satu tangga yang harus di lalui jatuh dan bangkit lagi, mudah sulit harus di lalui, terpuruk mungkin sampai ingin berhenti semua itu hal wajar sebab setiap orang memiliki tingkatan jalan yang berbeda dengan rute yang sudah di tentukan oleh Nya.

Garis waktu yang sudah di tentukan terus bagaiamana sebagai hamba untuk berusaha dalm pinta yang melebur ke semesta yang terus menggema. Kadang sebagai hamba juga berpikir akan perjalanan kedepannya padahal semua tidak pernah ada jawabannya. Menginginkan sesuatu yang terbayang dalam pikiran akhirnya tercurahkan pada sang pencipta sampai menginginkan kenyataan yang berlebih membayangkan yang semoga tersemogakan.

Padahal setiap garis takdir yang telah di berikan tak pernah tertukar, bagimana usaha hamba yang terus menggema untuk penciptaNya semua akan nyata sesuai takaran yang telah di tentukan. Mungkin benar kadang sebagai manusia berharap terlalu berlebih mencintai yang tidak wajar akhirnya menjadi duka luka dalam dada kecewa yang tak terukur maaf yang sulit terkubur.

Pada dasarnya sosok hamba yang selalu menggebu saat keinginan yang ingin segera terkabul, meninggikan ego dan nafsu bahwa hal tersebut adalah baik untuknya mendahului takdir sebelum berpikir. Hati yang bersih padahal wadah untuk menggempur ikhlas yang melebur tak ada kata kecewa yang tersungkur dalam hati yang tulus.

Setiap cerita cinta, manusia saat jatuh cinta kadang memang tak wajar ingin sesuai ekpektasi dalam diri yang tak pernah berpikir, hanya kebaikan untuk terus berjalan tak ingin ada rintangan yang menghalang. Dalam benak hanya inginkan manusia utuh untuknya padahal jalan Tuhan lah kendali itu terpegang erat sesua garis yang tertulis sesuai do’a yang terucap olehmu untuk TuhanMu, takaran yang terukur yang tak pernah tertukar.

Akhirnya dalam perjalanan cinta seorang hamba yang meninggikan nafsu semata ego di kedepankan jalan tak sesuai ekspektasi dalam benaknya. Terpuruk kecewa dan merasa dirinya memiliki luka yang hancur melebur dalam benak yang terlihat lukanya.

Padahal kecewa bukan selalu hal yang menjadikan untuk berhenti, tetapi Tuan sedang menguji seberapa kuat hamba dalam memikul sebuah kekecewaan akan terus maju atau mundur malah berhenti yang tak terukur. Pencipta tahu jalan terbaik tetapi sebagai hamba maju lebih dulu semata-mata dia tahu tentantang jalan yang di lalui lurus tak ada lika -liku.

Sebab sebagai hamba, harap akan cinta sesama manusia adalah kecewa yang menyayat tak kau ingat proses untuk mendaptkan hambanNya kembali meringkuh merayu terhadap yang memiliki garis waktu?

Tahukan kamu sebagai hamba tak seharusnya semena-mena mengambil alih sebab kau arah yang di tuju. Padahal jalan kedepan setelahnya beberapa detik kedepanpun kau tak tahu tetapi sombong yang ternomor satu.

Kau tahu, tentang Keyakinan Melebur dalam Do’a akan tekabul?

Sebait kata yang terus terucap lantas kecewa yang harus di buang tak harus menetap terus dalam dada, melupakan adalah keterbaikan diri bersyukur merupakan jalan sabar adalah jalan setiap lika-liku adalah cobaan, terus melantangkan setiap keinginan kepada pencipta menrima apa yang telah di berikanNya.

Do’a dan Pengaharapan.

Secercah harapan dalam keyakinan

Dalam setiap do’a-do’a yang ku langitkan

Berharap setiap ucapan keinginan

Akan terkabulkan sesuai harapan

 

Hati yang bimbang

Menunggu kepastian,

Terus memohon kebaikan.

 

Dalam ikhtiar ku pasrahkan

Terus ku lantangkan do’a,

Ada jawaban yang tak terduga

Yang membuat bahagia.

 

Tak bergeming untuk berpaling

Karena keyakinanku

Pencipta pasti mengabulkan

 

Komentar

Postingan Populer