Perempuan, Desa, dan Kearifannya (Part 5).

 

Setelah kejadian freya yang tiba-tiba terburu-buru tanpa ngomong jalan mendahului dengan cepat, akhirnya agnes mengejar freya karena agnespun juga bingung ada apa dengan freya? , akhirnya bisa membuntuti freya dari belakang sambil ngos-ngosan saat di panggilpun freya tak menghiraukan, dumel agnes “Dasar Freya,bocah aneh. Ini kayaknya dari dulu gak pernah di ajak kesawah waktu pulang ke kampung Cuma menikmati suasana rumah’’ .

Agnes pun akhirnya bisa ada disamping freya dan menepuk pundaknya, “frey.... dasar bocah aneh! Ada apa sih sama kamu? “ tanya agnes.

Akhirnya freya menjawab sambil berhenti “nanti ajalah gak usah banyak tanya, kalau sudah sampai rumah nanti aku ceritain” freya akhirnya jalan lagi.

Dengan muka penasaran agnes yang juga meninggalkan bapaknya yang masih berjalan di belakang, agnes memilih untuk diam saja dari pada di omelin lagi sama freya walaupun sebenarnya rasa penasaran yang ingin segera terjawab.

Saat sudah sampai rumah cepat-cepat freya untuk segera masuk rumah yang tanpa salam langsung ngelonyor duduk di ruang tamu, agnes pun ikut membuntuti di belakang tapi agnes tetap mengucapkan salam. Pada saat itu ayah,ibu freya lagi duduk di depan teras juga dengan ibu agnes sampai-sampai mereka juga merasa penasaran sebenarnya apa yang terjadi.

Ibu agnes pun akhirnya melontarkan pertanyaan “ada apa sih dengan kalian berdua? Bapak kamu mana nes? Kok kamu Cuma pulang berdua?”

Agnes pun menjawab “gak ada apa-apa bu, ini freya gak tahu kenapa. Bapak masih di belakang aku duluan. “

Akhirnya ibu freya pun juga bertanya ke anaknya “ ada apa dengan mu frey? Kelihatan suntuk banget? Lagi kesal sama agnes? “.

Jawab freya dengan nada males “ gak ada apa-apa bu, freya Cuma lagi capek saja.”.

Akhirnya ibu mereka menghiraukan dan melanjutkan canda tawanya menikmati sore dengan duduk di teras depan sambil menikmati suasana.

Agnes pun akhirnya angkat bicara, dari tadi Cuma di cuekin sama freya yang hanya diam.

“frey, sebenarnya apa lagi yang terjadi pada kamu? Kamu baik-baik saja kan?” tanya agnes.

Akhirnya freya menjawab, dengan menghirup nafas panjang dan mengeluarkannya “ gini ya nes sini dengarkan “.

Agnes pun bersiap-siap mendengarkan cerita dengan antusias.

Cerita freya “ jadi gini yang senearnya terjadi pada diriku saat ini adalah pikiran-pikiran negatif dari hal-hal mistis, seperti kejadian tadi pagi. Saat perjalanan kesawah tadi kamu tahu? Jawaban manggut-manggut si agnes. “kita melewati pohon bambu dan di situ posisi aku ada di belakang sendiri saat melewati pohon bambu tadi aku melihat sesuatu kayak sesaji aku sontak kaget dan bergidik merinding lagi sontak aku hanya diam saja”.

Agnes pun menanggapi dari cerita freya “ owh... ternyata tadi kamu takut? Owalah frey memang orang sekitar sini masih meyakini hal-hal seperti yang kau lihat tadi tetapi hal itu biasa saja”.

Akhirnya mereka menyudahi cerita, tetapi freya tetap merasakan hal aneh mulai dari kejadian tadi pagi dan baru saja terjadi mengapa harus bebarengan? Dan dirinya merasa ada yang janggal ada kejadian aneh. Tetapi akhirnya tidak di hiraukan lagi, freya berpikir apakah sebab selama ini kalau pulang kampung tidak pernah kemana-mana hanya menikmati suasana rumah ini, sebab saat itu memang belum boleh main.

Saat hari sudah menginjak waktu magrib mereka pun bergegas untuk mengambil air wudhu, untuk melaksanakan shalat. Saat ada di kamar mandi freya juga merasa aneh, ini kayaknya hanya pikiran negatif ku pikir freya. Akhirnya freya cepat-cepat untuk segera keluar kamar mandi.

Bersambung.........

Komentar

Postingan Populer