PEREMPUAN,DESA DAN KEARIFANNYA (Part 3)
Setelah sampai di depan Rumah orang tua agnes turunlah freya dengan
wajah yang masih menyimpan tanda tanya yang terjadi di dalam pertanyaan dari
jawaban ibunya tadi. Tidak habis pikir kenapa sampai kepikiran seperti ini
padahal orang sekitar juga biasa saja hidup bersebelahan dengan pohon besar itu
tapi kenapa terus kepikiran hal-hal yang terlintas di pikiran. Terdiam lama,
freya akhirnya masuk rumah dengan sambutan dari ibu agnes sebab saat menjemput
di stasiun ibu agnes tidak ikut.
Karena saat masuk rumah freya kelihatan diam, akhirnya ibu agnes
juga penasaran.
“Frey kenapa kamu nduk?” tanya ibu agnes.
Di jawab dengan muka datar tanpa melihat ibu agnes “tidak ada
apa-apa bulek, capek ini badan tidak bisa tidur di dalam kereta dengan
perjalanan menguras waktu” cemberut freya.
Ibu agnes hanya membalas dengan senyum.
Setelah kejadian itu akhirnya freya memilih untuk langsung masuk
kamar yang sudah di sediakan, langsung beberes badan samapai mau kelupaan kalau
belum melaksanakan shalat subuh akhirnya bergegas ke kamar mandi setelah
melaksanakan shalat kembali ke kamar langsung bersiap tidur.
Akhirnya freya merebahkan badannya, merasa lega badannya setelah sekian
jam ada di kereta niat hati untuk cepat – cepat tidur tapi masih kepikiran
tempat yang di lewati tadi, kenapa masih merasa kepikiran merasa ada hal yang
aneh saat melewati tempat itu.
Akhirnya beberapa waktu tetap belum bisa terlelap, masih ada yang
membayangi sampai sekarang. Menutup rapat-rapat mata dan akhirnya sudah bisa
terlelap tapi belum lama bisa terlelap tiba-tiba terbangun merasa ada yang
membangunkan, merasa kaki ada yang menyentuh. Bangun dengan keadaan kaget yang
akhirnya langsung terduduk dan tidak mau tidur lagi memilih keluar kamar.
Setelah keluar kamar dia langsung duduk di ruang tamu, agnes pun
menghampiri freya,
“sudah tidur? Kok bentar banget?” tanya agnes.
Dengan wajah yang sebenarnya masih ngantuk dan males jawab “ apanya
tidur, baru tidur sebentar sudah ada yang bangunin? “
“maksudnya? Siapa yang bangunin kamu?” tanya kembali agnes
Dengan jawaban ketus freya masih menjawab “Entah, tetiba kaki ada
yang menggelitik yang akhirnya aku terbangun, jadi langsung bangun saja” dengan
muka cemberut.
Agnes pun tidak berani meneruskan pertanyaan ke freya sebenarnya
dia masih penasaran tapi adda ketakutan sendiri dalam diri agnes, akhirnya
memilih diam dengan penuh tanda tanya dalam pikiran.
Terus terang pada saat itu freya merasa ingin segera mencari tahu
apa yang sebenarnya yang menjadi pertanyaannya setelah kejadian tadi pagi dan
baru saja terjadi, kenapa ini??
Apa harus aku langsung segera mencari tahu ya? Dalam benak freya
bertanya pada diri sendiri.
Tetapi pada saat itu freya masih merasa capek dan harusnya
istirahat badan masih terasa capek banget tapi malah nggak bisa di pejamkan
matanya. Rasanya bosan, suntuk, hal apa yang harus di lakukan. Kalau tidur lagi
masih takut, akhirnya freya duduk tertegun melamun di ruang tamu sendirian
sebab setelah terjadi jawaban yang freya lontarkan agnes pergi nyelonong begitu
saja tanpa pamit.
Freya masih terngiang-ngiang mencari jalan keluar untuk pertanyaan
yang ada dalam pikiran.
Setelah ini akankah terus seperti ini?
Atau malah harus segera mencari tahu yang menjadi pertanyaan dalam
pikiran agar tidak terbayang-bayang ini terus sampai-sampai tidurpun merasa ada
yang ganggu?
Bersambung..............
Laah sereem banget itu diklitikin kakinya ...hiiyy
BalasHapusWaaah ada yg "tertarik" dengan mba Freya nih
BalasHapusUntung aku bacanya pas siang bolong.. wkwkwk
BalasHapuspadahal itu di gangguinnya sudah pagi lho kak. :D
Hapuswaduh siapa tuh :D
BalasHapuskeinget aku yang kebangunan waktu nginep di luar kota gara-gara mati listrik
Siapa yang menggelitik kakinya. Aku pernah diposisi ini. Malahan ada yang narik kakiku dan aku tahu yang narik itu tampangnya kayak apa. Duhh
BalasHapus