PEREMPUAN,DESA, DAN KEARIFANNYA (Part 4).
Setelah duduk lumayan lama di ruang tamu dengan tidak apa-apa akhirnya
freya kembali masuk ke kamar lagi untuk tidur akhirnya matanya merasa ngantuk
lagi setealah kejadian tadi walaupun sebenarnya masih kepikiran dan rasa takut
setealah beberapa tahun tidak pulang kampung malang mendapat hal-hal aneh
walaupun memang sebenarnya dia juga pernah di ganggu hal-hal yang tak kasat
mata juga tapi itu sudah lama, kenapa ini waktu pulang kampung malah terjadi
lagi decak freya.
Merebahkan badan berdo’a agar tidak ada gangguan lagi dan
menetralisir pikiran, akhirnya freya bisa tertidur walaupun menunda tidur
setelah kejadian tadi pagi. Beberapa jam bisa memejamkan mata akhirnya freya
terbangun soalnya merasa lapar juga dan belum melaksanakan shalat dhuhur. Freya
terbangun dari tidur dengan wajah lega bisa tidur pulas, setelah bangun freya
keluar kamar untuk menuju kebelakang malah ketemu agnes dengan wajah
penasarannya dengan kejadian tadi pagi dengan begitu sigap agnes menghadang
freya yang kaget, “bentar freya aku masih menyimpan pertanyaan atas kejadian
tadi pagi yang terjadi padamu” .
Freya malah tak menghiraukan, malah dia mendengus kesal “apaan sih
baru bangun tidur malah nelonyor ngasih pertanyaan, males masih ngantuk belum
shalat ini aku, laper pula“ dengan wajah masih ngantuk langsung tak
menghiraukan agnes lagi jalan kebelakang.
Shalat sudah makan sudah. Kedepan menuju ruang tamu ternyata agnes
masih setia menunggu. Dia lagi memainkan Handphonenya, freya duduk dengan tidak
menghirukan agnes yang saat itu juga di ruang tamu.
Ternyata agnes merasa tidak dianggap, akhirnya dia nyeplos berbicara
“kayaknya ini mata anak burem, masak tidak tahu ada aku disini” dengan nada
ketus.
Si freya tidak menghiraukan omongan agnes, agnes pun tidak sabaran
dia langsung nonyor kepala freya “woy....ada apa sih dengan hidupmu? Baru tadi
pagi datang sudah jadi anak pendiam?” tanya kesal agnes.
Akhirnya freya menanggapi pertanyaan agnes, sebenarnya dia kesal sudah
tahu orang capek lagi males ngomong “ kenapa sih ngurusin hidup aku? Aku masih kepikiran
saja kejadian tadi pagi, salah apa diri ini? “ wajah kesal yang belum hilang
juga.
Agnes pun menanggapi dengan wajah penasaran “emangnya kenapa sih
tadi pagi? Aku merasa aneh banget mungkin itu perasaanmu saja frey?”
Jawaban freya”sini aku ceritain saja, biar kamu tahu walaupun kamu
gak percaya terserah kamu”.
Jadi begini ceritanya tadi pagi suasan juga masih petang kita perjalanan
menuju kesini, saat aku melewati pohon besar kata ibuku sih punden ada
rasanya yang berbeda kelihatan tidak enak saja ada ketakutan yang tetiba datang
tetapi aku tak cerita sama ibuku sampai di rumah ini malah saat tidur baru saja
merem ada yang gelitik kaki ku, spontan aku terbangun langsung keluar
kamar seperti kejadian tadi pagi kamu tahu sendiri kan?
Agnes mendengarkan cerita freya dengan seksama pada akhirnya dia merasa
ketakutan juga, merinding tetapi sok tidak takut. Saat suasana hening tetiba ada
suara yang mengagetkan memanggil dengan lantang, sontak mereka berdua kaget
ternyata bapak agnes yang manggil katanya mau di ajak kesawah lihat pemandangan
hijau biar gak bosen.
Akhirnya mereka berdua pun ikut bapak agnes, membututi di belakang
mereka Cuma berangkat bertiga freya berjalan paling belakang saat melewati pohon
bambu yang rimbun freya melihat kayak ada bunga-bunga yang di taburkan dan ada
kemenyan, freya sontak lari ada apa lagi sih ini? Saat sampai sawah freya
kepikiran lagi tetapi belum bertanya ke agnes sebenarnya itu bunga sama
kemenyan kenapa ada di pohon bambu itu.
Hari sudah mulai sore, sebab berangkat ke sawahpun juga lumayan mau
ashar tapi memang dasarnya masih belum mandi akhirnya sekitar pukul 16.00 WIB
pun mereka pulang, pikir freya pasti harus melewati tempat yang aku anggap aneh
tadi ternyata benar akhirnya saat melewati tempat itu freya tidak menghiraukan
langsung berjalan cepat dan meinggalkan bapak agnes dan agnes. Agnes juga
merasa bingung, sebenarnya apa yanag terjadi lagi dengan freya.
Bersambung............
Gimana kelanjutannya besok? Masihkah Freya jutek pada Agnes?
BalasHapus