Sebuah Jalan dan Halangan Yang Harus di Hilangkan.
Tentang fase setiap orang memang berbeda bukan? Kadang diri sendiri
merasa iri sebab melihat orang yang bisa mencapai fasenya pada tahap yang
cepat. Namun semua itu hanya sebuah pandangan saja, semua memang kembali kepada
diri masing-masing pasti semua punya kekurangan dan kelebihan. Kadang orang
yang kita lihat sudah bisa dalam fase yang kita ingin kan tetapi kita tak
pernah melihat perjalanan untuk mencapainya.
Kadang melihat seseorang yang di puji dan diri kita di
banding-bandingkan itu juga merasa sakit hati itu pasti tapi tak pernah di
perlihatkan, muncul iri pun datang ingin halnya seperti orang yang di puji,
padahal setiap orang memiliki jatah masing-masing dan tak harus sama dan
melalui sebuah jalan yang sama juga tak harus memiliki barang pencapaian sama.
Semua yang di alami bagaimana bisa menjadi diri sendiri, sebagai
manusia tidak pernah luput dari rasa iri kadang ingin berkuassa sendiri, tetapi
semua tidak seharusnya dilakukan demi ingin terlihat baik sendiri di mata
manusia lain.
Dalam diri seharusnya belajar, belajar untuk bisa memperbaiki diri
belajar menilai diri kebutuhan apa yang harusnya terpenuhi tidak menilai orang
lain meninggalkan diri sendiri demi hanya mendapat nilau pujian dari manusia
yang tak akan pernah habis tak mungkin manusia itu akan bisa memenuhi apa yang
menjadi katanya akan puas mencapai hal yang menjadi ingin, tetapi manusia
adalah tempat tidak pernah merasa cukup.
Bahwa setiap fase, bagaimana tetap selalu mengikuti arus jalan yang
harus di lalui omongan yang harus bisa menyaring agar tak selalu menjadi beban
dalam hati dan pikiran. Sebab kita melakukan sebuah perjalanan menuju fase yang
kita tuju pasti ada sisi negatif dan posif orang yang suka percaya akan itu
orang yang tidak suka tidak melihat itu.
Semua yang kita alami sebagai diri seorang hamba juga memiliki
perbedaan dalam meminta, bisa jadi orang sekitar hanya menilai hasil yang kau
dapat. Seperti seorang remaja yang mulai menginjakkan kakinya di tangga yang
harus melepaskan dirinya harus bisa meminimalisir badai yang datang, usia
setelah sudah menginjak 18 tahun bahwa sudah di katakan lulus sekolah menengah
ada di antara mereka yang mengambil kuliah ada pula yang kerja.
Padahal setiap fase memang berbeda, pemikiran juga berbeda saat
usia seperti itu ada yang bekerja untuk mencukupi kehidupan dan membantu orang
tua ataupun ada yang juga memilih jalan melanjutkan studinya mengembangkan
keinginannya untuk tetap bisa menuntut ilmu.
Percayalah, semua itu adalah pilihan dan jalan setiap manusia,
pilihan yang harus di lalui dan di jalani, fase yang berbeda bukan harus di
bandingkan. Harapan semua pasti selalu dalam kebaikan.
Jika selalu memperhatikan dan mendengarkan omongan orang tak akan
ada habisnya, padahal kita lah yang bisa tahu keadaan dalam diri kita. Jangan gengsi
terhadap apa yang telah kita miliki. Semua pemberianNya tak pernah tervtukar
sebab sudah tertakar yang sudah tergariskan.
Apa yang bisa kau tempuh, menjadi sebuah impian lakukanlah. Saat merasa
kecewa sudah menjadi biasa tetapi bagaimana kita bisa kembali percaya kepadaNya
setiap apa yang kita ingikan sudah ada garis waktunya.
Fase setiap masa manusia memang tak sama, setiap perjuangan dan
keinginan yang menjadi tujuan kita tak sesuai saat kecewa menghatam tetap semua
kembalikan kepadaNya sang pemberi tak pernah salah hanya manusiaNya saja yang
serakah dan menuntut lebih untuk sebuah ego belaka.
Komentar
Posting Komentar