Yang tertakar Tidak Akan Tertukar
Apa yang di benak kalian teman-teman sebaya kalian bahkan di bawah
kalian sudah pada kalian?
Dengan omongan-omongan orang yang tak pernah ada habisnya tentang
pernikahan. Hal sakral yang di ucapkan satu kali untuk seumur hidup. Selalu menjadi
bahan cibiran sebab belum menikah?
Sebenarnya kenapa sih harus menikah di usia yang di patokan oleh
tetangga?
Kebanyakan jawabannya adalah sudah berusia, waktunya melepas status
singgle dengan status baru yakni istri, padahal masih banyak hal-hal
yang harus di selesaikan pada diri. Apakah pernah ada pertanyaan ilmu yang
harus di siapkan untuk menuju pernikahan? Hampir semua tidak pernah.
Banyak kisah dari tetangga yang bercerita tidak hanya satu dua
saja, dalam usia pernikahan yang sudah lama tetapi dalam setiap perjalanan
pernikahan hidup bersama pasti ada konflik, mereka bercerita mengumbar tentang
apa yang telah terjadi di dalam rumah tangganya, di sini bisa dilihat sendiri.
Menikah adalah sunnah nabi, rasululah menikah saat usia 25 tahun
dengan ibunda khadijah yang lebih tua dari usianya, di bilang usia rasulullah
saat itu masih muda tetapi rasulullah memiliki banyak perjalanan dalam proses
kehidupannya. Rasulullah SAW di tinggal ayah nya saat masih di kandungan ketika
rasulullah lahir kedunia pun saat masih usia balita di tinggal ibundanya dan
setelah itu rasulullah di asuh oleh kakeknya dan kisah rasulullah tak berhenti
dari situ masih banyak perjalanan teladan susah sedih yang di jalani sampai
pada saat di pertemukan dengan ibunda khadijah.
Menikah? Kenapa sih hal ini selalu menjadi pertanyaan jika usia
sudah memasuki umur yang telah di lihat orang-orang sudah dewasa?
Padahal menikah merupakan ibadah terlama dan banyak proses yang
harus bisa di jalani, konflik yang pasti ada. Bagaimana mungkin hanya bekal
cinta saja agar dapat membiduk kehidupan berumah tangga padahal pasti banyak
lika-liku yang harus di lalui dari awal menikah yang masih belum tahu apa masih
saling mengenal satu sama lain, belajar komunikasi agar tidak adanya miss
komunikasi.
Sekarang yang di bumingkan adalah nikah muda, ikut trend sekedar
baper ingin cepat-cepat menikah, kadang malah ingin terhindar dari masalah. Sebenarnya
definisi menikah itu apa sih? Kenapa selalu menjadi perdepatan? Apalagi jika
umur sudah melebihi batas masyarakat pada umumnya.
Menikah bagiku merupakan hal yang susah payah di terjemahkan. Sebab
sampai saat ini pun selalu di tanya kapan menikah? Padahal usiapun bagiku bukan
menjadi patokan. Tetapi kadang menjadi beban pikiran. Sebab setiap apa yang di
pilih ada saja yang menyalahi, memang biasa orang yang tak suka itu ada saja
hal yang dapat di nilai.
Untuk saat ini pasti semua ada jalan, jalan dan proses yang di
miliki berbeda-beda, semua harus sabar bisa bersyukur. Semua mempunyai takaran
masing-masing, bagaimanapun penilaian orang tidak aka pernah habis. Tugas mu
sekarang adalah bagaimana bisa terus berjalan, lelah istirahat.
Yakinkan untuk terus bersikukuh, husnudzon akan semua ketetapan
yang di rancang olehNya, tetap berusaha dan berdo’a yang terakhir adalah
ikhtiar semua ada jalan. Tugas mu adalah bagaimana agar terus memperbaiki diri
versi terbaikNya bukan hanya karena omongan tetangga yang tidak ada habisnya.
Semua takaran tidak akan tertukar, semua yang di berikanNya pasti
sesuai kebutuhan MakhlukNya. Bukan melulu soal harta tetapi kau tak pernah
memikirkan kehidupan setelah di dunia.
Jangan pusingin omongan tetangga deh, toh yang mau menjalani kita juga. Keep enjoy and happy.
BalasHapusBetul kak, rezeki, maut dan jodoh Allah yang mengatur
BalasHapusJadi jangan dengerin standar usia menikah menurut tetangga, tetqp pantaskan diti aja untuk menjadi ibu dan istri kelak
"Tugas mu sekarang adalah bagaimana bisa terus berjalan, lelah istirahat" suka dengan kata-kata ini, keep hamasah dan tetap berprasangka baik kepada Allah.
BalasHapusand be happy kak.
Penilaian orang ga akan pernah habis. Iyes, betul sekali, ga pernah bakalan habis. Akan selalu aja yang jadi bahan, yang jni yang itu, yang ono lah
BalasHapusBetul. Kalau nurutin omongan tetangga, emang ga ada habisnya Kak🙈
BalasHapusLebih baik fokus untuk diri sendiri aja, kak
BalasHapusFokus pada perbaikan diri, lalu tutup mata dan telinga dari komentar orang. Kebagiaan ditangan kita bukann oranglain
BalasHapusKalau bersandar sama komentar orang sepertinya nggak akan ada benernya hehehe.... Selalu akan ad bahan untuk dikomentari
BalasHapus